Gema di Ujung Bayonet
Di bawah langit yang sempat kelabu,
Kau berdiri, bukan untuk namamu.
Hanya ada sepotong doa dan tekad yang membatu,
Melawan deru peluru yang menderu-deru.
Tanah ini bukan sekadar bumi yang kau pijak,
Tapi saksi bisu darah yang meresap dan berjejak.
Kau tukar nyenyak tidurmu dengan pekik merdeka,
Agar anak cucumu tak lagi mengenal duka.
Kini, bambu runcingmu memang telah diam,
Terkubur bersama waktu yang kian kelam.
Namun, tiap helai bendera yang berkibar tinggi,
Adalah cara kami berbisik: "Terima kasih, kau takkan terganti."
File power point 10 pahlawan nasional

Tidak ada komentar:
Posting Komentar